Rukun-Rukun Islam yang Agung

#Fiqh Sunnah 1#

Islam adalah bangunan yang agung. Islam memiliki pondasi. Islam juga memiliki rukun-rukun (tiang) yang dia tidak akan baik kecuali dengan rukun tersebut. Barangsiapa menegakkan rukun-rukun itu, sungguh dia telah menegakkan agama. Barangsiapa meruntuhkannya, sungguh dia telah meruntuhkan agama.

Rasulullah –shallallahu’alayhi wa sallam- bersabda tentang pondasi dan rukun tersebut:
“Islam dibangun di atas lima perkara: mempersaksikan bahwa tidak ada ilah yang haq kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah bagi orang yang mampu ke sana.” (HR. Bukhari, Muslim, At Tirmidzi, dan Ahmad)

Itulah rukun-rukun Islam secara global. Dimulai dengan dua syahadat, dan diakhiri dengan pergi ke Al Baitul Haram.

Rukun yang pertama: “Laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah.”

Seorang muslim tidaklah disebut sebagai muslim yang sesungguhnya, kecuali bila dia mengucapkan dua syahadat, membenarkannya, tunduk, patuh, dan merendahkan diri kepadanya.

Tidaklah cukup bagi seorang muslim atau muslimah untuk mengucapkan dua syahadat dengan lisannya saja. Bahkan dia harus mengamalkan hal-hal yang menampakkan keimanannya. Karena iman yang hakiki adalah mengucapkan dengan lisan, membenarkan dengan hati, dan mengamalkan dengan anggota badan.

Jika seorang muslim mengucapkan Laa ilaaha illallaah dengan lisannya, dia mengingat-ingat bahwa Allah melihatnya ketika dia sendirian maupun bersama orang lain. Dia harus merasa malu kepada-Nya dan menaati-Nya baik ketika sendirian maupun bersama orang lain.

Jika seorang muslim mengucapkan Muhammad Rasulullah, maka dia dituntut untuk menjadikan Rasulullah –shallallahu’alayhi wa sallam- sebagai manusia yang paling dia cintai. Mencintai beliau adalah dengan mengikuti beliau dan berpegang teguh kepada ucapan dan perbuatan beliau.

Setiap muslim yang mengaku mencintai Allah haruslah mengikuti Rasulullah –shallallahu’alayhi wa sallam- dalam rangka mengambil petunjuknya. Sebagaimana firman Allah –subhanahu wa ta’ala-:
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imran: 31)

Setelah kita mengenal rukun Islam yang pertama, sekarang kita akan mengenal rukun yang kedua.

Dari Allah –subhanahu wa ta’ala- sajalah pertolongan dan kemudahan.

[Disalin dari buku Fiqih Sunnah untuk Anak karya Majdi Fathi as Sayyid terbitan Pustaka Ar Rayyan edisi edisi Pertama tahun 2010]

Dipublikasian oleh Tim Beranda Islami

=======

Gabung Group WhatsApp: 081392442287
Kunjungi Blog: http://www.berandaislami.wordpress.com
FB Page: http://www.facebook.com/kesucianjiwa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s